5.205 JIWA TERDAMPAK ERUPSI GUNUNG SEMERU - 22 JIWA MENJADI KORBAN

taganapelalawan.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Senin (06/12) pukul 20.15 WIB, setidaknya 22 orang tewas, sementara 22 orang dinyatakan hilang dan 56 lainnya mengalami luka-luka. Erupsi juga berdampak terhadap 5.205 jiwa.


Kepala PVMBG Andiani menyebut telah memberikan peringatan dini ke pemerintah daerah, tokoh masyarakat setempat, dan pihak terkait lainnya untuk mengantisipasi awan panas guguran.

Indonesia memiliki 127 gunung aktif, terbanyak di dunia dan menduduki peringkat pertama dengan jumlah korban jiwa.

Dari jumlah tersebut, 69 gunung api aktif dipantau oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), menurut situs Kementerian Energi dan Sumber daya mineral, ESDM.

Vulkanolog dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Mirzam Abdurrachman mengatakan terdapat dua jenis sistem peringatan dini, yaitu cara modern melalui instrumen yang dilakukan PVMGB seperti mengamati kegempaan, perubahan temperatur, deformasi, volume gas dan lainnya.

Kemudian, cara konvensional dengan merasakan kegempaan, perilaku hewan, mata air kering dan lainnya.

"Sistem peringatan dini sekarang, meskipun dengan segala kekurangan yang perlu diperbaiki, harus memastikan tiga poin," katanya.
Pertama, informasi sampai ke masyarakat Semeru yang tidak semuanya memiliki jaringan internet dalam mendapatkan informasi.

Kedua, mengedukasi masyarakat tentang arti peringatan dini dan proses dalam melakukan evakuasi.

erupsi semeru, terdampak semeru, korban semeru

--- Tagana Pelalawan ---

close