HUJAN ES LANDA SYDNEY - AUSTRALIA

taganapelalawan.com - Hujan deras dan hujan es membombardir Sydney, Australia pada Senin malam waktu setempat. Banjir bandang pun menyebabkan kekacauan di kawasan bisnis di sana, di mana tornado melanda Dubbo.


Sejak pukul 17.00 Senin 24 Agustus kemarin, New South Wales State Emergency Service (NSW SES) telah menerima panggilan darurat 579 kali untuk bantuan dan mengirim 34 tim penyelamat banjir.

 "Malam yang sibuk untuk para relawan kami," kata petugas layanan darurat seperti dikutip dari News.com.au, Selasa (25/8/2015).

Salah satu wanita melapor melalui akun Twitter, bahwa ia terjebak di sebuah restoran India karena tidak bisa membuka pintu. Sementara di The Paragon Hotel di Circular Quay kebanjiran.

Ada juga laporan dari pemadam kebakaran NSW yang telah menyelamatkan orang-orang yang terperangkap banjir.
Hujan es sebesar kelereng di Sydney yang dijuluki "The Blob", merupakan fenomena terbaru dari kekacauan meteorologi dari sistem cuaca di wilayah itu. Tiga rumah dilaporkan mengalami kerusakan atap. Namun belum diketahui pasti seberapa parah.

Badan prakiraan cuaca pada Senin kemarin memperkirakan cuaca terburuk terjadi hari ini dan Rabu, ketika sistem tekanan rendah terbentuk di lepas pantai NSW yang membawa curah hujan intens serta angin kencang dari pantai selatan ke wilayah Illawarra sampai Sydney.  

sumber : liputan6.com

Media sosial dengan cepat 'dibanjiri' dengan video dan foto dari badai, yang melanda kota Sydney dan wilayah Illawarra, Australia. Pihak NSW SES pun mengimbau mereka di wilayah tersebut untuk menjauh dari banjir agar tak memakan korban jiwa.

Badan Meteorologi memperkirakan curah hujan 10 sampai 20 mm di Sydney terjadi hari ini, dan mencapai 60 mm menuju Illawarra.

"Sydney akan terlepas dari kondisi cuaca terburuk hari ini. Tapi kami memperkirakan masih akan diguyur hujan di pinggiran selatan Australia," kata Peramal Cuaca Senior Jake Phillips.

"Curah hujan jauh lebih sedikit dari sebelumnya. Ini tidak akan berpengaruh, seperti yang terjadi kemarin dan semalam," tambah Phillips seraya menjelaskan risiko adanya badai cukup rendah meski kerap terjadi gemuruh.
close