Tuesday, 14 April 2015

TEPIAN SUNGAI CITANDUY KOTA BANJAR MULAI LONSOR


taganapelalawan.com - Hujan yang masih turun memicu longsornya beberapa tebing Sungai Citanduy di wilayah Karangpanimbal, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar. 

Apabila tidak ditangani, longsor semakin besar hingga mengancam tanggul sungai, yang berada di sisi permukiman penduduk.
Pantauan di Karangpanimbal, Selasa (14/4/2015), setidaknya ada dua titik longsor tebing Sungai Citanduy. Meskipun longsornya tidak begitu besar, akan tetapi membuat warga sekitar diliputi kekhawatiran, kejadian tersebut mengancam tanggul. 

Salah satu titik longsor berada di lingkungan RT 08/03, Karangpanimbal. Tebing sungai sepanjang lima meter longsor dengan kedalaman sekitar empat meter. Sementara di bawahnya aliran air Sungai Citanduy mengalir deras. 

Lokasi longsor tidak begitu kentara, agak tertutup tanaman perdu. Pada salah satu titik, saat ini jarak antara titik longsor dengan tanggul Sungai Citanduy sekira delapan meter. 

Sedangkan di balik tanggul tersebut merupakan kawasan permukiman padat penduduk.
"Sejak musim hujan ini, kami selalu waswas, khawatir tebing longsor hingga mengenai tanggul. Sekarang ini saja beberapa titik sisi atau tebing sungai longsor kena banjir," ungkap Ny. Tuti (28) warga RT 08/03, Karangpanimbal. 

Tuti mengungkapkan, beberapa tahun sebelumnya jarak antara tanggul dengan bibir Sungai Citanduy, sebelumnya mencapai 15 meter. Akan tetapi, saat ini hanya sekira delapan meter.
"Setiap turun hujan dan banjir, pasti ada titik longsor baru. Jarak antara rumah dengan tanggul tidak lebih dari tujuh meter," katanya. 

Terpisah Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy, Untung Budi Santosa mengatakan bahwa longsornya tebing sungai, tidak lepas dari kondisi arus sungai. Beberapa wilayah di sepanjang aliran Sungai Citanduy di Kota Banjar diakuinya rawan longsor. 

"Ada beberapa titik yang rawan longsor di Sungai Citanduy. Seperti halnya kasus di Sungai Cijolang, memang harus ada normalisasi aliran sungai, yang pada bagian meliuk atau menikung perlu diluruskan, sehingga air tidak menghantam tanggul," tuturnya.

sumber : opensuse.org