Wednesday, 11 February 2015

APA ITU BANJIR ROB? MENGAPA TERJADI!

foto by tempo.co
taganapelalawan.com - Rob atau banjir air laut adalah banjir yang diakibatkan oleh air laut yang pasang yang menggenangi daratan, merupakan permasalahan yang terjadi di daerah yang lebih rendah dari muka air laut. Di Semarang permasalahan Rob ini telah terjadi cukup lama dan semakin parah karena terjadi penurunan muka tanah sedang muka air laut meninggi sebagai akibat pemanasan suhu bumi.
Rob menjadi permasalahan di kota-kota seperti Semarang, Jakarta serta kota-kota yang berada di Pantura Jawa dan akan menjadi permasalahan besar dikemudian hari sejalan dengan pemanasan suhu dunia dan tidak terkendalinya penyedotan air tanah sehingga muka tanah turun.

Daerah pantai memang menjanjikan view yang bagus. Daerah dekat pantai juga biasanya belum begitu padat, jadi lingkungannya pun masih segar dan asri. Tapi resiko banjir di daerah ini ternyata juga besar karena ketika air laut pasang bisa mengundang banjir rob. Apalagi permukaan laut terus meningkat setidaknya 1-3mm per tahun. Maka perhitungan yang matang untuk memutuskan membeli rumah di daerah ini harus dilakukan karena air laut ini menambah masalah. Jadi yang harus diperhatikan jika akan membeli hunian di daerah ini:
  1. Konstruksi harus kuat. Kalau di desa-desa dekat pantai biasanya bisa dilihat bangunan-bangunan yang menggunakan batu bata putih. Batu bata ini memang cenderung lebih tahan terhadap air asin sehingga tidak mudah keropos.
  2. Urukan harus tinggi. Meski saat ini tidak banjir, perlu ditanyakan penduduk sekitar bagaimana keadaan daerah tersebut ketika terjadi banjir rob. Jika banjir tidak sampai pemukiman tapi sudah dekat, maka lebih aman jika pilih rumah dengan urukan tinggi. Jika daerah sekitar nantinya dibangun perumahan dengan urukan lebih tinggi, ada kemungkinan banjir rob bisa sampai ke rumah kita. 
 Di Kabupaten Pelalawan daerah yang memiliki potensi terkena banjir rob adalah kecamatan Kuala Kampar dan Teluk Meranti. perlunya penyegahan terhadap bencan rob ini agar dapat meminimal lisir korban.